Data Terbaru BPS Soal Okupansi Hotel di NTB

Data Terbaru BPS Soal Okupansi Hotel di NTB

Gempa bumi yang melanda Lombok dan sekitarnya pada beberapa waktu lalu memang membuat penurunan dari wisatawan yang ada ke daerah tersebut. Hal ini sangatlah lumrah, mengingat setelah bencana besar – pasti ada kekhawatiran yang timbul akan terjadinya kembali bencana yang sama.

Meskipun begitu, berbagai kampanye serta promosi terus dilakukan oleh pemerintah setempat dengan menggadeng berbagai pihak guna mengajak kembali para wisatawan untuk berkunjung ke Lombok dan sekitarnya.

Dampak dari gempa bumi ini memang membuat penurunan pada tingkat okupansi hotel di NTB.

Data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik NTB mencatat terjadi penurunan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) dibandingkan tahun baru. Data ini baru dirilis pada 1 November lalu.

Meskipun terjadi penurunan, sebenarnya persentasi penurunan ini jauh lebih baik karena tren positif sudah mulai terlihat terlihat dari perbandingan pengunjung hotel bulan Agustus TPK tercatat berada di angkat 28,18 persen sedangkan pada bulan September mencapai 34,85 persen.

Membangun Lombok kembali

Bencana yang melanda wilayah Lombok dan sekitarnya memang membuat kerugian yang besar bagi penduduk sekitar. Selain kerugian material, kerugian-kerugian lain seperti citra Lombok untuk negara lain sudah pasti turut berpengaruh.

Gempa bumi sudah lewat beberapa waktu lalu, dan saat ini adalah waktunya kembali untuk membangun Lombok dan mengembalikan citra Lombok sebagai salah satu tempat pariwisata terbarik di Indonesia.

Pembangunan kembali Lombok dan sekitarnya pasca gempa bumi memang memerlukan waktu yang tidak singkat. Ada banyak hal yang harus dikerjakan guna mengembalikan ‘kejayaan’ Lombok sebagai salah satu surga dunia yang dimiliki oleh Indonesia.

Data dari BPS ini tentu menjadi angin segar bagi pertumbuhan pariwisata Lombok pasca bencana dasyat gempat bumi beberapa waktu lalu.

Dari jumlah peningkatkan kunjungan hingga penginapan yang ada di NTB perlahan mulai naik kembali. Dengan kenaikan tersebut, artinya masyarakat luar Lombok baik turis mancegara maupun lokal telah menunjukkan kepercayaannya kembali pada Lombok meskipun belum lama mengalami gempa bumi yang dasyat.

Berbagai upaya juga terus dilakukan oleh pihak hotel seperti memberikan promo dan diskon bagi para tamu. Langkah-langkah kongkrit seperti ini diharapkan bisa kembali menggaet wisatawan ke daerah tersebut.